TRIP TO BALI


Bali, Pulau Dewata yang sering disebut-sebut sebagai surga bagi street artist yang ingin mejajal kemampuannya di area “internasional”. Memang tidak salah disebut sebagai area internasional, karena Bali memang memiliki pesona bagi turis lokal maupun mancanegara. Banyak cerita tentang pulau ini, dan pada akhirnya gw punya kesempatan untuk mengunjungi sendiri ke Pulau Bali!
Sejujurnya, ini adalah perjalanan pertama gw dengan menggunakan pesawat, rasa penasaran dicampur rasa deg-degan menghiasi perjalanan kali ini. Yang agak disayangkan, karena tiket promo,
gw harus flight di malam hari, jadi tidak bisa lihat awan-awan di langit seperti yang sering gw lihat di
instagram.


Sesampai di Bali, karena sudah tengah malam, gw dan teman-teman menginap di rumah adik salah satu teman kantor. Esok siangnya, gw check in di Swiss Bell Rainforest di daerah Kuta dan langsung menghubungi salah satu teman yang kebetulan memang kerja di Bali untuk jadi tour guide gw selama di Bali.
Sesuai dengan cerita yang pernah gw dengar, Bali memang memiliki banyak Pantai yang indah. Ada beberapa area yang untungnya sempat dikunjungi seperti Pantai Kuta, Pantai Uluwatu, Pantai Canggu, dll karena jadwal perjalanan yang sudah disusun sebelumnya agak meleset karena salah satu teman kantor (yang satu-satunya yang bisa bawa mobil) sakit dan harus istirahat seharian di Hotel.

Balik ke tujuan gw ke Bali, seperti yang sudah gw rencanakan sebelum berangkat, gw harus membuat piece dan minum di Bali. Dari hasil nanya-nanya di group Line, direkomendasikan untuk beli amunisi di All Caps Store yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari Hotel tempat gw menginap. Setelah membeli beberapa perlengkapan, gw direkomendasikan oleh pemilik toko untuk menggambar di Pantai Echo Beach Canggu yang lokasinya cukup jauh dan macet. Untungnya teman sekaligus tour guide gw bersedia mengantarkan ke lokasi. Setelah perjalanan panjang, akhirnya gw sampai di lokasi. Rekomendasi pemilik toko All Cap Store memang tidak salah, selain viewnya yang memang keren banget, pantai ini terbilang cukup sepi dan tenang. Hanya saja karena senja mulai muncul, gw hanya punya waktu untuk membuat simple piece menggunakan cellograff dan membuat throw up GIMS Society di beberapa wall di sekitar pantai.



Ada pengalaman yang cukup berkesan saat membuat grafitti di pantai tersebut, tampaknya simple piece yang gw buat menarik perhatian seorang turis dari Canada. Turis tersebut menghampiri gw dan meminta gw untuk membuat tagg distro milik anaknya dan tentunya gw dengan senang hati membuatkan tagg tersebut di salah satu wall di pinggir Pantai Canggu. Untuk kali ini, bukan nilai uangnya yang gw lihat, tapi gw senang karena turis mancanegara mengapresiasi karya seni yang gw buat. That’s the point!
Well, trip kali ini cukup berkesan buat gw, tapi waktu 3 hari 2 malam tentunya tidak cukup untuk mengeksplorasi keindahan dan petualangan di pulau ini. Gw berharap gw bisa punya kesempatan lain untuk membuat piece yang lebih besar lagi di Pulau Bali. Well done Bali, you’re trully a God Island!
Untuk video bisa lihat di sini.

1 Coment:

  1. Tidur siang dulu ah, malam lanjut lagi hehe ----> Copywriter pemalas. Cerita aja pake ditunda tidur siang... -_____-

    ReplyDelete